KabarKuliner.com

| Referensi Kuliner Pilihan

Brem, Oleh-Oleh khas Madiun Bercitarasa Unik

BAGIKAN DI: Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblr
Brem Madiun (foto:  semuatentangmakanan.blogspot.com)

Brem Madiun (foto: semuatentangmakanan.blogspot.com)

Selain pecel, ada satu lagi makanan yang identik dengan kota Madiun, yakni Brem. Bedanya, yang satu ini lebih dikategorikan ke dalam jenis kudapan atau makanan kecil. Brem merupakan buah tangan favorit para pelancong yang berkunjung ke Madiun. Rasanya yang unik menjadi pembeda dari jenis makanan lain.

Brem terbuat dari fermentasi ketan yang kemudian diambil sarinya dan diendapkan selama sehari semalam. Hasilnya lantas dicetak menjadi bentuk persegi. Proses pembuatannya bisa dibilang cukup rumit karena harus melalui beberapa tahapan dan tidak bisa sehari jadi. Tahapan yang banyak memakan waktu adalah proses pengeringan/penjemuran. Ini karena Brem harus dijemur di bawah sinar matahari langsung. Kalau sedang musim penghujan, proses perngeringan bisa lebih lama lagi. Sementara itu, pengeringan dengan alat seperti oven bisa membuat hasil tidak maksimal, termasuk dari segi rasanya.

Proses pembuatan Brem diawali dengan menanak beras ketan. Beras ketan yang digunakan harus kualitas yang baik agar hasilnya maksimal. Untuk itu produsen ada yang memilih menggunakan beras ketan impor dari Vietnam. Produk lokal di pasaran seringkali mengecewakan karena sudah terlalu banyak campuran beras nasinya. Beras ketan yang telah matang didiamkan sebentar agar dingin lalu ditaburi ragi hingga rata. Bahan tersebut kemudian diperam selama kurang lebih 1 minggu agar bisa menjadi tape yang manis.

Selanjutnya tape ketan diperas air sarinya dan direbus di atas api besar hingga mengental. Adonan sari tape ini kemudian dimasukkan dalam mesin pengaduk dan ditambahkan soda kue agar saat kering nanti Brem bisa mengembang dengan bagus dan tidak banyak terbentuk rongga udara. Setelah itu adonan dituangkan ke dalam cetakan-cetakan yang berbentuk persegi dan didiamkan dulu semalaman. Keesokan paginya barulah adonan tersebut dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Langkah terakhir adalah pengemasan.

Brem mempunyai citarasa asam-manis dan ada sensasi semriwing yang khas di lidah ketika menyantapnya. Barangkali ini karena efek hasil fermentasi. Brem tak perlu dikunyah, cukup dengan dikulum atau ditempel ke lidah dia akan lumer dengan sendirinya. Terasa ringan dan menyenangkan. Selain rasa orisinal, sekarang Brem juga tersedia dalam berbagai varian rasa seperti strawberi, melon, dan durian.

Di Madiun ada lokasi yang dikenal sebagai sentra pembuatan Brem, tepatnya di Desa Kaliabu, Kecamatan Caruban. Disini Brem diproduksi dalam skala industri rumah tangga. Meski demikian, jejak distribusinya sudah mencapai tempat-tempat yang jauh seperti Bali dan Kalimantan. Itu belum termasuk berbagai kota di Pulau Jawa. Oleh karena itu, anda pun barangkali sudah bisa menemukan Brem khas Madiun ini di banyak toko oleh-oleh di kota anda.

 

Oktober 2013

(Dilihat 2.862 kali, 28 kunjungan hari ini)

Artikel Terkait

Updated: 25 Oktober 2013 — 8:09 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2012 - 2017. KabarKuliner.com | All Rights Reserved