KabarKuliner.com

| Referensi Kuliner Pilihan

Nikmatnya Bersantap Ikan Bakar di Tembok Berlin-nya Sorong

BAGIKAN DI: Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblr

*Kontributor: Intania

Ikan Bakar 'Tembok Berlin' - Sorong

Ikan Bakar ‘Tembok Berlin’ – Sorong

Akhir dekade 80-an, Tembok Berlin dihancurkan sebagai tanda penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada waktu itu pula sebuah tembok panjang dibangun di Kota Sorong untuk membatasi daratan dari lautan. Penduduk lokal lantas menamai tembok itu sebagai Tembok Berlin. Ya, Tembok Berlin pindah dari Jerman ke Sorong. Namun, tak seperti di Jerman yang menyimbolkan perpisahan dan kesedihan, Tembok Berlin di Sorong justru menyimbolkan kesenangan dan kebersamaan.

Tembok Berlin begitu terkenal di Kota Sorong. Tempat ini menjadi tempat berkumpul bagi keluarga di hari Minggu yang cerah sembari melihat kapal yang berlayar di lautan. Tak hanya itu, tempat ini selalu ramai saban sore hingga malam hari. Sejak pukul 17.00 tenda-tenda mulai berdiri dan kita bisa makan di sana.

Sebagai sebuah kota di tepi laut, tak heran jika di kota ini ikan dan seafood menjadi makanan yang paling dicari oleh pendatang atau wisatawan. Nah, warung-warung di sepanjang Tembok inilah jawabannya. Kita bisa dengan mudah temukan ikan segar besar-besar yang siap kita santap. Pilih saja warungnya, lalu pilih ikannya. Tiap warung akan memajang ikan-ikan segar di depannya. Ikan sebesar telapak tangan akan jarang kita temui. Yang dua kali lipatnya banyak. Banyak pula yang karena terlalu besar, ikan mesti dipotong 3-4 bagian.

Ikan-ikan di sini dimasak dengan cara dibakar saja tanpa bumbu apapun. Jadi rasa ikan masih sangat asli. Ikan disuguhkan dengan sepiring kecil sambal colo-colo yang terbuat dari irisan cabai dan tomat segar. Jangan lupa pesan ca kangkung atau capcay yang sudah lengkap dengan seafood. Sungguh, ikan segar yang besar, sambal colo-colo yang segar, dan sayur yang lezat membuat kita tak mau menunda menyantapnya.

Warung-warung di Tembok ini baru berhenti beroperasi setelah dini hari. Sekitar pukul 03.00-04.00, warung-warung ini baru tutup. Jadi, tak perlu khawatir jika ingin berlama-lama menghabiskan ikan besar. Akses jalan ke tempat ini pun juga gampang. Dari bandara, Anda tinggal naik angkot–di sini warga menyebutnya dengan taxi–menuju Tembok. Lokasi Tembok ada di sepanjang jalan utama Kota Sorong. Tak hanya pendatang atau wisatawan, warga lokal pun menghabiskan malam di tempat ini.

Jika Anda malas makan ikan, Anda bisa juga pesan aneka seafood lainnya, mulai cumi, udang, hingga kepiting. Anda juga bisa minta semua itu dimasak dengan bumbu apa saja: goreng tepung, asam manis, masak mentega, lada hitam, atau lainnya. Bilang saja ke penjual yang kebanyakan berasal dari Jawa. Warung-warung di sini juga biasa menyediakan ayam untuk tamu yang ogah makan ikan atau seafood. Harga ikan dan seafood di sini rata-rata sama antara warung satu dengan lainnya. Siapkan saja 150-200ribu untuk makan 3 orang.

Jadi, kalau Anda singgah di Kota Sorong atau akan ke Raja Ampat, jangan lupa mampir di Tembok Berlin dan nikmati ikan segar besar-besar di sini.

Januari 2014

 

 

 

(Dilihat 890 kali, 3 kunjungan hari ini)

Artikel Terkait

Updated: 5 Februari 2014 — 8:39 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2012 - 2017. KabarKuliner.com | All Rights Reserved