Resep Ramadhan: Sie Reuboh, Masakan Khas Aceh yang Legendaris

BAGIKAN DI: Facebooktwitterpinterestlinkedintumblr

Sie Reuboh, nama masakan khas Aceh ini mungkin masih sangat asing bagi sebagian orang Indonesia, walau di tempat asalnya menjadi menu klasik yang selalu dirindukan dan salah satu hidangan favorit saat Ramadhan. Kendati pamornya sekarang kalah dengan kuliner khas Aceh lain seperti Mie Aceh dan Ayam Tangkap, kelezatan Sie Reuboh konon tak kalah dari rendang yang pernah ditahbiskan sebagai makanan terenak dunia berdasarkan survei salah satu media internasional. Paduan rasa gurih, asma, pedas dari Sie Reuboh terasa makin paripurna saat disantap dengan nasi hangat.

(Foto: acehtourism.travel)

Sie Reuboh, yang juga sering disebut daging cuka atau sapi cuka, pada dasarnya adalah daging rebus dengan citarasa pedas dan asam. Wangi cuka Aceh yang dominan menjadi ciri khas olahan daging sapi ini. Selain itu, Sie Reuboh juga bisa disimpan dalam jangka waktu lama, sehingga cocok untuk persediaan lauk di kala Ramadhan. Ini tak lepas dari sejarah Sie Reuboh yang erat kaitannya dengan sejarah peperangan di Aceh selama ratusan tahun, masakan ini biasa dibuat dan dijadikan bekal para pejuang karena bisa tahan lama, bahkan hingga hitungan bulan.
Bahan yang paling cocok digunakan adalah sandung lamur atau daging yang berlemak. Dibandingkan dengan kuliner Aceh lain yang terkenal kaya rempah, bumbu yang digunakan dalam Sie Reuboh ini relatif lebih sederhana dan proses pengolahannya pun tidak rumit. Selain direbus, ternyata Sie Reuboh juga bisa diolah lagi dalam banyak bentuk, seperti digoreng, atau dibuat kuah asam keung khas Aceh, bahkan dijadikan semacam abon. Biar tidak penasaran, berikut ini adalah resep Sie Reuboh yang bisa anda coba di rumah sebagai menu Ramadhan:

Bahan:

  • Sandung lamur/daging yang masih ada lemaknya 500 gr

Bumbu:

  • Bawang putih 6 siung
  • Bawang merah 12 siung
  • Jahe 1 ruas jari
  • Lengkuas 2 ruas jari
  • Cabai merah keriting 6 buah
  • Serai 2 batang. Dimemarkan
  • Ketumbar 1 sdm. Sangrai, lalu haluskan dengan blender
  • Cabai bubuk 1 sdm
  • Kunyit bubuk 1/2 sdm
  • Garam
  • Cuka kampung Aceh/cuko gampong 2 1/4 sdm (kalau tidak ada bisa diganti jeruk nipis, cuka aren, cuka apel)

Cara Membuat:

  1. Potong-potong daging yang sudah dibersihkan, kemudian lumuri dengan bumbu kering: cabai bubuk, kunyit bubuk, ketumbar, dan garam. Remas-remas hingga semua tercampur rata.
  2. Haluskan bawang putih, bawang merah, jahe, cabai merah keriting, dan lengkuas. Tambahkan ke daging yang sudah dibaluri bumbu kering. Remas-remas dan campur hingga merata. Masukkan kulkas sekurang-kurangnya 30 menit.
  3. Siapkan belanga atau panci yang terbuat dari tanah liat/keramik tahan panas. Masukkan daging yang sudah dilumuri bumbu, tambahkan serai yang sudah dimemarkan. Masak di atas api sedang selama 30 menit sambil diaduk sesekali agar tidak gosong.
  4. Tambahkan cuka, aduk hingga rata. Tutup panci, dan masak lagi selama kurang lebih 15 menit. Bisa ditambahkan sedikit air agar tidak kering. Setelah matang, matikan api dan sie reuboh siap disajikan.
  5. Sebagai alternatif bisa juga tiriskan sebagian daging untuk digoreng. Goreng hingga berwarna kecokelatan dan harum. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat.
(Dilihat 128 kali, 4 kunjungan hari ini)
Updated: 25 April 2020 — 5:42 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *