Semarang sesungguhnya memiliki potensi kuliner berbasis bahan laut yang cukup baik, mengingat posisinya memang dekat dengan laut. Sayangnya kuliner jenis ini kurang banyak diekspos, atau memang kurang populer di masyarakat. Boleh jadi kultur masyarakat Jawa Tengah yang cenderung agraris turut mempengaruhi preferensi dalam hal makanan. Mereka menjadi lebih akrab dengan kuliner yang berbasis hewan darat seperti unggas, sapi, maupun kerbau. Untuk lebih mempopulerkan lagi kuliner berbasis produk laut, tak ada salahnya untuk mengangkat tempat makan terkenal di Semarang ini: Rumah Makan Seafood Pak Sangklak.
Semarang
Icip-icip Kuliner Khas Semarang: Nasi Goreng & Babat Gongso Pak Taman
Nasi goreng, makanan sejuta umat di Indonesia ini sepertinya takkan habis dieksplorasi. Ada banyak model nasi goreng, dari gaya Jawa ala Jogja dengan ciri khas bumbu kecapnya, ala Chinese food dengan isian yang lebih variatif, hingga aneka temuan baru yang lebih modern dan inovatif. Selain relatif mudah dibuat, masakan ini juga fleksibel karena cocok dinikmati kapanpun, untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Resep Babat Gongso Khas Semarang

Selain terkenal dengan nasi goreng babatnya, Semarang juga memiliki satu jenis kuliner populer lain yang berbahan sama, yakni babat gongso. Karena sama-sama menggunakan bahan utama babat, kedua menu tersebut biasanya dijual di satu tempat yang sama. Dimana ada nasi goreng babat, di situ pula dijual babat gongso. Mengolah babat gongso sebenarnya terbilang mudah, bumbunya pun sederhana. Kalau tak ada waktu berwisata kuliner di Semarang, anda bisa membuat babat gongso sendiri di rumah. Berikut ini adalah resepnya:
Sate Sapi Pak Kempleng Ungaran, Bukan Sate Sapi Biasa

Sate merupakan salah satu kuliner paling populer di Indonesia dan ragamnya sebenarnya cukup banyak, baik dari segi pengolahan maupun bahan baku yang digunakan. Ada yang menggunakan bahan daging ayam, kambing, sapi, maupun kerbau. Meski demikian, di Indonesia sepertinya tak ada yang bisa mengalahkan dominasi sate ayam dan kambing ala Madura. Bahan baku tersebut biasanya diolah secara minimalis, dengan hanya dibumbui ketika akan dibakar. Untuk penyajiannya, bumbu kacang atau kecap adalah pendamping wajib yang tak tergantikan. Kuliner yang dipopulerkan para perantau asal Madura ini sudah tersebar di seantero nusantara. Bahkan sudah menjadi rujukan standar atau ikon sate khas Indonesia.
Memanjakan Lidah dengan Seporsi Besar Gecok Kambing Mbah Tini (Tlogo – Tuntang)

Tlogo memang pusatnya kuliner Gecok Kambing, olahan berbahan dasar kambing dengan bumbu rempah yang kuat. Di lokasi yang tak jauh dari Gecok Kambing Bu Sari, ada satu lagi tempat yang bisa menjadi referensi yakni Gecok Kambing Tlogo Mbah Tini.
Gecok Kambing Bu Sari yang Kaya Rempah dan Menghangatkan Tubuh (Tlogo, Tuntang – Salatiga)

Bagi penggemar olahan kambing, desa Tlogo di kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang barangkali akan menjadi tempat yang tepat untuk menjelajah citarasa baru dan unik. Lupakan masakan standar semacam gule, tongseng, ataupun sop. Disini anda akan mendapati satu jenis olahan kambing dengan bumbu rempah yang sangat kaya, namanya adalah Gecok. Meski secara administratif merupakan bagian Kabupaten Semarang, Gecok dari Tlogo juga sering diidentikkan dengan kuliner khas Salatiga. Bisa dipahami, karena lokasinya memang sangat dekat dengan Salatiga.
Sate Kambing 29 Semarang, Kuliner Legendaris di Lokasi Bersejarah

Selain menawarkan pesona keindahan arsitektur zaman kolonial, kawasan Kota Lama juga menjadi rumah bagi salah satu kuliner terkenal di Semarang, yakni Sate Kambing 29. Lokasinya tepat berada di depan Gereja Blenduk, bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Lama. Disini kita bisa berwisata sejarah sekaligus memanjakan lidah di tempat yang tepat. RM Sate Kambing 29 sendiri menempati sebuah bangunan kuno, sehingga ketika bersantap kita masih bisa merasakan nuansa klasik kawasan Kota Lama.
Kue Leker Paimo yang Lezat & Sarat Inovasi – Semarang

Tak jauh dari Warung Makan Asem-Asem Koh Liem, ada satu lagi kuliner Semarang yang menarik untuk dicoba. Yang satu ini bisa dikategorikan sebagai kudapan atau jajanan pinggir jalan, yakni Kue Leker Paimo. Lokasinya ada di depan SMA Kolese Loyola Semarang.
Kesegaran Asem-Asem Daging “Koh Liem” yang Legendaris – Semarang

Masakan daging dengan citarasa rempah yang kuat dan kuah santan yang mlekoh menjadi hal yang lazim dijumpai di Indonesia. Kebanyakan masakan tersebut umumnya menonjolkan rasa asin, manis, dan pedas. Sebut saja gulai, tongseng, empal gentong, soto, sop, semur, dan rendang. Selain itu ada juga yang diproses secara lebih sederhana dengan teknik goreng ataupun bakar.
Tahu Gimbal Pak Edy – Semarang

Berburu street food di Semarang, Tahu Gimbal tentu tak bisa begitu saja dilewatkan. Makanan berbahan utama tahu dan bakwan udang ini seolah sudah menjadi ikon jajanan rakyat khas Semarang yang bisa mudah ditemui di seluruh penjuru kota, dari pagi hingga malam. Sejalan dengan atributnya sebagai makanan rakyat, tempat terbaik untuk mencicipinya justru ada di warung-warung sederhana di pinggir jalan yang sama sekali jauh dari kesan mewah.